Minggu, 22 Maret 2009

spiritualism and religiousity

This entry is not intended to offend anyone. Just writings about myself and my spirituality At first I read his blog just because I'm curious about if he gay or not.... heheheh mau tauuuuuu ajah

yup, oneday he told me that he won't get married... but he never tell me the spesific reason.
Well, I wont talk about it here, right now.

What captured me from his blog is lots of spirituality entry that he writes. Although it's very hard to read his blog .. (man, bahasannya berat banget), I found some are interesting. And one of most interesting for me is this quiz that he took from a website.

I took the quiz... and voila!

I'm a 100% to Mainline to Liberal Christian Protestants.

The fun is, you get 27 list of the closes beliefs. The other rank are: I'm a 94% Orthodox Quacker (I don't know what is this), 85% Unitarian Universalism (just hear it), 75% Roman Catholic, 69% Reform Judaism, 65% Orthodox Judaism, and only 62% Islam.

So, because I'm not sure about the test, I click on the link (every results has its own link for description).

After read some of the beliefs, based on the explanation about the beliefs, I think I'm spiritually agree with Reform Judaism.... which generally focuses on living a virtuous life, rather than working toward reward after death.

And also agree abut its idea of sin,
No original sin. Most often, Satan is interpreted symbolically to represent selfish desires that are inherent within all. God gave people free will, and people are responsible for their actions.

salvation,
The main emphasis is on living the kind of life that God commands, which will surely be rewarded if there is an afterlife. Most believe God is forgiving of all; there is no hell to which some are condemned. Salvation is achieved through faith and prayer to God, good works, concern for the earth and humanity, and behavior that does no harm to others. The extent to which one follows Jewish Law is an individual decision.

undeserved suffering,
God gave humans free will to feel pleasure and pain, and his purpose in allowing deep suffering of the innocent must be good even if mysterious. It is generally believed that God suffers along with the sufferer. More important than knowing why God allows suffering is to work to help those in need.

and some contemporary issues like abortion.

.....so how about my religion?

mmmm... I think I'll stick with the present one :)

7 komentar:

Apisindica mengatakan...

Udah hasil kuisnya jangan terlalu dipikirin Dok. Anggap aja kuis-kuis biasa. mending kita ngaji aja yuks!! Ayo neh, gue juga lagi haus siraman rohani, kali-kali aja bisa jadi orang yang lebih baik dari sekarang. Amienn...

Gimana jadinya mau ke pondok indah atau sunda kelapa?

BoewatChat mengatakan...

Bahan diskusi ngaji jaman dulu :), kesalehan individu atau kesalehan sosial?? Dalam dunia ide, kedua hal itu pasti jadi satu, krn suatu tatanan sosial trbentuk dari kumpulan masing2 individu.
Aktualnya tidak begitu, krn utk menjadi individu yg saleh, seseorang hrs kaaffah, totalitas menjalankan agama = Religious. Sayangnya, krn lingkungan kita heterogen, menjadi completely religious sama artinya dgn mempertentangkan kita dgn masyarakat. Mau nggak ikutan acara maulidan? Tidak mengucapkan selamat natal? Memilih pemimpin yg beragama beda dgn kita? Hmm...
Saleh secara sosial gimana? Agama diambil dari sisi Spiritual nya aja, yg notabene: semua agama adlh sama. Semua agama mengajarkan kebaikan, which is very true. Efeknya, trciptalah suasana saling menghormati antar pemeluk agama. Tapi, nggak kaaffah lagi dong... Lah wong bunyi ayatnya 'bagimu agamamu, bagiku agamaku', bukan agamamu dan agamaku sama2 mengajarkan kebaikan.. (yg logika berikutnya, lalu kenapa hrs pilih salah satu?)
Dan Murabbi nya ngasih kuis, "antum mau pilih kesalehan yg mana?"
Jawaban salah satu akhi akhirnya dipilih jadi jawaban trbaik. Katanya, "Saya ingin memilih dua-duanya, jadi saya akan flexible ajah..."
Dan makan2 setelah liqo pun menjadi lebih meriah lagi sore itu... :)

menjadimanusia mengatakan...

Gw akan memberikan pandangan dari sisi non-muslim. Secara gw seorang Katolik. Secara garis besar dogma Katolik menyatakan bahwa semua agama mengajarkan kebenaran berdasarkan relativitas masing-masing manusia. Jadi manusia secara bebas diberikan hak oleh Yang Menciptakannya untuk memilih perjalanannya sendiri menuju ke keabadian.

Semua adalah alat bagi manusia. Ketika menjalankan agama yang dipilih untuk menuju kebenaran, terkadang manusia menjadi buta karena bertumpu pada kebenaran yang diberikan melalui agama tersebut. Sedangkan dalam norma Kristiani seorang manusia dianggap sebagai "Gambaran dan Citra dari Allah sendiri", sehingga perlakuan terhadap manusia haruslah merupakan penghargaan terhadap kemanusiaannya. Sehingga adalah dua hukum yang terutama di atas semua hukum agama (Kristiani) yang ada: "Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap pikiranmu, dengan segenap budimu, dan dengan segenap jiwamu. Serta yang kedua yang setara dengan yang pertama adalah Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri."

Karena menurut gw, Allah itu abstrak dan sangat besar, maka mungkin gw mulai dari hal yang kecil dulu, yaitu manusia. Di mana kalau gw gak mau digigit, maka gw jangan ngegigit, and so on. Buat gw, itupun sudah susah...

Fiuh bahasan tentang agama tidak akan pernah ada ujung pangkalnya

montirmanusia mengatakan...

ssstttt... ini postingan bukan untuk dikomentarin....

heheheh serius amet seh kalian?

@apisindica: yesterday I talked to some of my friend bout this. Kayaknya mau manggil ustadz aja deh and keep it private. Tapi kalo ada info tentang Pondok Indah kasih tau ya... :)

Apisindica mengatakan...

Kalo manggil ustadz, gue juga dah ada di bandung, tiap sabtu sore. yah sudah lah, kan berarti kalo private gue nggak diajakin.
Ok met belajar ilmu agama yah!

montirmanusia mengatakan...

@apsindica: ya oloh... jangan sedih gitu dong... pengennya gw juga di pondok indah. Itu kan baru rencana juga. Kalau pun jadi pasti lu jadi guest of honor.... :)

Jadi mari kita tetap hunting pondok indah..

BaS mengatakan...

I've commented to one blog I've already forgot
IF someone is gay but able to say Bismillah...will God listen to his praise??

what about his sholat??

hahaha...I've started again...!!!
cheers