Selasa, 07 Mei 2013

What will be the next?

Abis maghrib waktu Jakarta, nothing to do... (sebenernya ada) but hey, waktu nanggung gini enaknya nge-blog aja.

This is May 2013, last time I blogged was like a year ago. My --supposed to be-- partner is coming back to Jakarta after a year of assignment in remote area. Yes, I miss him so much. But does he miss me? I'm in the middle of uncertainty ... about my relationship with him. The one year past by in a long distance is not a healthy one. We seldom make contact. I tried to reach him at the beginning but seems he was refused to be called. And there we haven't get any communication ever since... well, maybe sometimes.

I'm not sure that I should continue this relationship. But as you know, as we all know, I'm a very passive person. I tend to not make a confrontation, I don't want to start the last conversation. And yes, some part deep inside tells me that, it's better to ask than say nothing. 

What do you think guys?


Rabu, 28 November 2012

Step by step

ooooh baby... gonna get tou you girl

Lho koq jadi lagunya NKOTB *ketahuan umur*
Alhamdulillah kemarin selesai salah satu langkah yang harus ditempuh. Proposal penelitian.
Awalnya deg-degan. Akhirnya berakhir dengan senyuman. Hmm bukankah perjuangan memang seperti itu? Keberhasilan akan memacu kita berbuat lebih baik. Amiin. Mudah-mudahan langkah selanjutnya juga gak kalah semangatnya. Amiin. Mudah-mudahan ujian nasional selanjutnya malah bisa lebih berbuah senyuman yang lebih lebar dari ini. Amiin.

Dari ujian proposal penelitian kemarin saya belajar kembali bagaimana bermain cantik. Taktik mendekati apa yang ditakuti justru akan membuat ujian menjadi gampang. Misalnya gini, "Prof T" ditakuti oleh semua mahasiswa karena kalau ujian dia killer. Hmmm maka perlu memutar otak supaya dosen tersebut tidak "membunuh" saat ujian. Caranya? Tiap orang punya caranya masing-masing

Let me share what I did...

Prof T dan Dr. T ahli dalam Tumor. Keduanya sangat ditakuti, sehingga mata kuliah Tumor adalah mata kuliah yang paling sedikit diminati. Sedikit mahasiswa yang mau berurusan dengan mereka. Hmm justru saya harus mendekati mereka dengan mengambil judul yang berkaitan dengan Tumor dan meminta mereka sebagai pembimbing. Taktik ini diharapkan berujung agar saat ujian saya tidak diuji mereka.

Dalam perjalanannya memang tidak semulus yang direncanakan. Dr. T tidak diperkenankan menjadi pembimbing saya, dan Prof T juga tidak mungkin. Padahal judul tetap tentang Tumor. Bisa-bisa saya justru dibantai mereka saat ujian.

Janganlah menyerah, putarlah baik-baik otak. Untuk Dr. T saya berusaha untuk tetap berdiskusi secara informal, sehingga dia merasa menjadi memiliki proposal saya. Untuk Prof T, saya berusaha mencari pembimbing yang mungkin lebih senior atau paling tidak bisa disegani oleh beliau. Mencari kedua kriteria tersebut sulit di Departemen yang mana dia salah satu yang paling senior. Kalau begitu carilah di luar Departemen.
Di ujian proposal terbukti pembimbing saya dapat "menjinakkan" ide liar nan cemerlang Prof T. Dan Dr. T justru membela saya pada saat ujian. *Senyum LebaRRR*

Minggu, 25 November 2012

The beginning of the end

After all this 3 years not blogging...

Two days before my thesis proposal presentation, which will on of the steps that I will remember through my life as a neurologist. It was hard, but yet I believe I can reach it, and tell to my self, this is one of bloody year, and you've made it! 

Selasa, 21 April 2009

Never grow up when you are falling in love

Tadi siang janjian makan siang ama Puspa, temen perempuan gw yang juga pacar sahabat gw, yang juga sahabat gw, and they respect me as a gay. Janjian karena dia bilang mau curhat. Dengan senang hati gw mendengarkan.

Mulailah curhat dia tentang adik-nya yang paling kecil mendapat gelar "MBA". It was for the second time her family dapet "anugerah" ini. Sekitar 5 tahun yang lalu, adiknya yang pertama dapet gelar yang sama. Well, dari sudut orang tua-nya, si Puspa ini tinggal satu-satunya yang "bisa diharapkan" akan menikah dengan "normal". Nyokapnya berusaha menenangkan dengan berucap "sabar ya, harus adik kamu duluan lagi yang menikah duluan".... dalam pikiran dia "well mom, I'm okay with that, it's not that I'm concern about now. As long the baby is safe"

Well, sahabat-sahabat gw ini, mereka udah pacaran selama 13 tahun. Sejak kami SMP. Yah sekitar umur kami 14 tahun lah. Dan yup, no "accident" so far. But not about that yang paling ngebuat dia concern. Ada hal lain yang menjadi pikirannya belakangan ini. Yaitu hubungan 13 tahun-nya ini mungkin akan berujung pada perpisahan. Paling enggak kata-kata seperation sempat terlintas dari pacarnya, yang juga sahabatku. Puspa sendiri gak pengen perpisahan terjadi. Tapi pacarnya mempermasalahkan sesuatu yang terjadi 13 tahun yang lalu. Apa masalahnya rada susah menjelaskannya.

Di sisi lain, karena pas kebetulan di pagi harinya I did something stupid, gw curhat juga sama dia. Tadi pagi baru aja gw berusaha membuat suatu ikatan lagi dengan seseorang. Kali ini gw berharap a good adult relationship. No drama queen or what ever. Dan dia meresponnya dengan baik. Dia mengatakan need time to think. I said okay. Gw mengertilah, it's not an easy to answer.

Gak lama selang kita berpisah, dia sms sesuatu yang bikin gw agak cemburu. Tentang seseorang yang lagi deket juga ama dia. Respon gw awalnya cool. Gak termakan api cemburu. Tapi entah mengapa next sms gw malah mengatakan "cannot get you out of my mind" dalam sms gw.

Kata-kata itulah yang membuat keadaan menjadi berubah. Sepertinya sms2 berikutnya mengesankan diriku posesif dan dirinya menganggap gw posesif. Sehingga merubah hariku menjadi sangat suram.

Damn! Dalam 2 hari gw mau liburan ke Bali. Dan baru ketemu dia lagi hari Minggu.

Kembali ke lunch table. Me and Puspa, both of us "laughing" about our late 20s love and still like teenager falling in love....