Selasa, 30 September 2008

cases and my ex

udah lama gak nulis case neh...
(maap ya...)

Sekarang gw kerja di RS Ibu dan Anak sebagai dokter jaga ruangan/ugd tetap. Dan jadwal kerja gw selalu pagi sampai sore dari senin sampai sabtu. Alhamdulillah kayak orang kantoran.
Tugasnya dokter jaga ruangan adalah penyambung lidah/ keadaan antara pasien dan dokter spesialis (konsulen) yang merawat yang tidak setiap saat dapat berada di ruang perawatan (tidak selalu di tempat).

case 1:
G1P0A0 hamil 27 minggu
KPD
Hb 7,9
Dengan pembacaan darah tepi: poikilositosis, target cell, cigar cell, tear drop
Suspect thalasemia, infeksi dan toksik belum dapat disingkirkan


Konsulen SpOG gw ngasih duvadilan, dexametason 2 x 2cc iv, dan transfusi packed red cell 450cc

KU memburuk: OS sesak napas dan jantung berdebar

Dokter jaga malam (bukan gw) sarankan O2 4 lt/mnt kanul dan saran cek EKG

Konsulen SpOG anggap gak perlu EKG, karena KU setelah pemberian oksigen dan pindah ruang HCU membaik

Paginya gw periksa lagi (karena gw dokter ruangan tetap pagi)
KU: orthopnoe
Ronchi kedua paru, Gallop (+)

Konsulen SpPD sarankan stop transfusi dan perbaiki KU dengan Furosemide 1 amp dan pasang urine bag

Assessment akhir memang Dekompensatio Cordis. But why and how?

Diskusi:
Why. Mengapa bisa dekompensatio cordis? ada 2 DD yang paling memungkinkan: yang pertama, ibu tersebut memang sudah memiliki kelainan jantung-paru sebelumnya yang tidak terdeteksi.
gw bilang tidak terdeteksi karena memang KU sebelum hamil/ masuk dari pemeriksaan fisik memang tidak ditemukan kelainan. (entah ya kalo konsulen gw miss something)
kemungkinan kedua, kelainan didapatkan karena kehamilannyanya...tapi hal ini sangat jarang terjadi.
how. Pemeberian duvadilan dan transfusi memang sangat memberatkan kondisi ibu. namun hal ini tidak bisa disalahkan karena keadaan dekompensatio tidak didapatkan sebelumnya.
(duvadilan bersifat beta adrenergik dan transfusi memperberat kerja jantung).

kelanjutannya gimana? well karena selanjutnya dirujuk ke RS yang lebih tinggi, jadi gw belum bisa kasih gambaran selanjutnya.
tapi ada beberapa skenario yang bisa diprediksi:
1. terminasi kehamilan karena kehamilan membahayakan kondisi ibu
2. tanpa terminasi, namun kondisi bayi pun tidak bisa maksimal karena dengan keadaan KPD usia 27 minggu pun maksimal dapat dipertahankan 2 minggu yang berarti ada infeksi dan usia kehamilan baru 29 minggu dimana bayi masih sangat kecil. selain itu keadaan ibu yang dekompensatio menyebabkan pasokan darah ke kandungan akan berkurang

case 2:
Pasien usia 30 tahun post ekstraksi lipoma oleh gw. angkat jahitan dari pinggir tidak ada gap tidak ada pus, kemerahan sedikit.
gw sengaja tutup dengan Suprasorb-H dan Tegaderm (rapat, kedap air) seperti yang diajarkan konsulen bedah gw.
3 hari post pemasangan Suprasorb-H dan Tegaderm, pasien febris (objektifnya normal, 36,5 derajat Celcius) dan pada perban yang transparan itu timbul seperti pus.
Gw buka, ternyata luka post incisum tidak masalah, tidak ada pus, kering, dan sudah tidak kemerahan.
Lho, kenapa ya? Koq ternyata gak ada pus.

Diskusi:
yang tampak seperti pus dari luar perban ternyata adalah gelembung udara.
kemungkinan pertama udara dari proses pernapasan kulit. hal yang sama terjadi pada pasien post cesar yang ditutup dengan cara seperti ini.
kemungkinan kedua adalah udara hasil aerob kuman aerob yang masih ada di luka/ kulit.
bagaimana dengan febris?
bila kemungkinan kedua terbukti, maka febris merupakan hal pendukung. namun dari hasil objektif dimana normal, 36,5C seperti kemungkinan kedua dapat kita singkirkan. dan ujga tidak terdapat pus maupun nyeri tekan pada bekas incisum.
kemungkinan febris yang lain adalah pasien kurang tidur. yap, memang pasien mengaku kurang tidur.

case 3:

Bude gw telp kalo dia sesak napas
RPD: dia atherosklerosis arteri koroner dan pasang ring beberpa tahun lalu.

Kemarin gw periksa dia bareng NT. Bo, baru aja gw kenalin ke bude gw, bude gw komentar "oh ini NT... sering denger"
dum... da ra dum... gw seh biasa aja... ah mungkin nyokap suka cerita... dia kan emang bawwel
Tapi NT drop banget... aduh... KU NT: agak pucat

KU bude: tampak sesak, edema ekstermitas inferior
TD 110/70, N 65x/ menit tidak teratur, isi dan tengangan cukup
Gw periksa paru memang sedikit ronkhi
NT periksa jantung ternyata apeks di SIC 6 dan sedikit geser dari linea med clav sin. jadi gak terlalu besar.
tapi dari auskultasi didapatkan insufisiensi katup mitral.

Diskusi:
itu yang menyebabkan bude gw batuk dan mudah edema paru.
saran NT minum HCTnya sambil pasang urine bag, supaya bude gw gak bolak2 kamar mandi. setelah selesai, boleh lepas
saran NT juga supaya gak banyak pikiran karena kerja jantung 2x kerja normal bila stress.

Setelah periksa pamit dong...
pamit juga ama sepupu gw. "ooo NT yang praktek sama [montirmanusia] ya? makasih ya..."
KU NT: tambah pucat....

*bbrp istilah
KPD : air ketuban pecah sebelum waktunya. hal ini menyebabkan bayi akan terangsang napas spontan dan mudah terserang infeksi bila dibiarkan lama
KU : kesan pertama saat kita melihat pasien
SpOG : spesialis kebidanan dan kandungan
HCU : tempat perawatan dengan pengawasan tinggi
TD : tensi darah
N : laju nadi
O2 : oksigen
lt/mnt : liter per menit
duvadilan : obat untuk mencegah kontraksi
dexametason : obat, dalam hal ini untuk mematangkan paru janin
thalasemia : penyakit kanker darah
packed red cell : jenis transfusi yang berisi sel darah merah
decompensatio cordis : keadaan jantung bekerja keras untuk memasok darah ke otak sehingga beberapa organ lain harus dikorbankan
DD : kemungkinan diagnosis2 lain
pus : nanah
edema : bengkak

Senin, 29 September 2008




dua hari lagi untuk menahan nafsu dan amarah serta mengendalikan diri

hayo semangat!

Sabtu, 27 September 2008

don't know what to write......

menjelang akhir2 ramadhan, koq malah tambah males ya puasanya....???
damn....

Minggu, 21 September 2008

Masalah sehari-hari manusia

saya suka lupa...
Alhamdulillah sekarang gak terlalu mengeluhkan hal itu.
Tapi kadang, mengeluh juga kalo hal yang dilupakan adalah hal yang sangat penting.
juga mengeluh karena banyaknya permasalahan yang kadang tak kunjung usai. Beban yang dirasa berat, menumpuk, dan sangat menguras tenaga dan fikiran.


Itu wajar bukan? Mengeluh juga wajar. Dengan mengeluh kita juga tau apa yang kurang. Dari situ kita bisa memenuhi atau memperbaiki apa yang kurang. Itu salah satu pemicu kemajuan, pengembangan diri kita.

tapi janganlah berkeluh kesah terus menerus...

Kadang kita sampai sedih sekali serasa kita bodoh sekali... tak termaafkan... tiada berguna... terasa berat... tiada harapan bagi kita untuk menuntaskan permasalahan yang menumpuk. Sehingga tanpa sadar menghukum diri kita sendiri berlebihan.

Then I read The Reading:

Bukankah Kami telah melapangkan dadamu? dan Kami pun telah menurunkan beban darimu, yang memberatkan punggungmu, dan Kami tinggikan sebutan (nama) mu bagimu.

Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.

Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain),

dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap (Q.S Al Insyirah : 1 - 8)

----------------------------------------------------------------------------------
Sesungguhnya rahmat Allah sangat, dekat kepada orang-orang yang berbuat baik (Q.S Al A'raf : 56)

Dalam Quran, Tuhan sampai menyebutkan 2 kali berturut2 bahwa dibalik kesulitan ada kemudahan...

Maka bagi kita... tidak adalah keputusasaan bila menghadapi masalah. Bahkan bila sangat menggunung dan memeberatkan. Dengan terus optimis dan berbuat baik... maka kemudahan dan rahmat akan datang

Well as they always say... keep on complaining doesn't solve problem. So wipe your ass and face it!!!

Kamis, 18 September 2008

status quo

Do you have gaydar? For gays… congratulation!

Itu senjata lu untuk berburu....


But if you’ve been hiding yourself from your family, and then you know that your sister has it (gaydar). What will you do?


For some maybe will say “thank God, finally I can share…”

For some… “o my God… please don’t!”


Tapi bagi aku, keadaannya gak kayak keduanya…


I know she has gaydar from a friend that I just know…

A friend that I know from a friend whose tingkat kepercayaannya oleh teman2 agak rendah.

A friend yang menurut NT mungkin sebaiknya gak jadi temen deket2 banget…

But this friend, let’s call him AP, ngakunya deket ama kakak gw.

At least I know he knows my sister. He is my sister’s friend. But as close as close-friend? I don’t know. Doubt that.


Maybe you were wondering where she got that radar…


Here a little story:

My sister once had a boyfriend (I think he was her first) yang udah lumayan serius lah… udah rencana mo lamar. Tapi at the end, she found out that he was gay. Sad for her of course…


Gak segitu aja… belakangan dia dikelilingi oleh Gs di kantornya (termasuk laki-laki yang dia suka)… hampir semua temen laki-lakinya di kantor yang gw kenal are Gs…

That’s where she got it. My sister is genius…


Now, that I know, that she knows me… what should I do?


I can’t disagree with NT. As long she doesn’t talk about it, just keep it silent.

Minggu, 14 September 2008

home

tadi malam bagi2 sahur di jalan... seperti yang aku n temen2 G-ku lakukan tahun lalu.
seneng banget bisa kumpul2 kayak gini... ada beberapa member baru juga, jadi juga lebih fresh. (bukan berarti yang lama kurang fresh lho... heheheh)

tiap orang pasti seneng lah bisa jalan2, kumpul2, bercanda, or bahkan hanya ngobrol ama temen2... apalagi emang nyambung. rasanya akrab banget n gak ada yang lebih peduli dari mereka, gak ada yang lebih nyambung dan gak ada yang lebih sayang ke kita daripada mereka.

seneng juga bisa gak pulang semaleman, bisa nginep di kos-an temen, seperti bebas hidupnya gak diatur oleh siapa2... apalagi kalo bisa pergi bareng pacar or pasangan... ato cuma gebetan? rasanya gimanaaaaa gitu. deg2an, hepi, seneng, sumringah... hihihi

setelah bagi sahur, kami makan di daerah sabang. seru juga 20 orang berderet di meja panjang. pelayannya sampe kebingungan ngelayanin. alhamdulillah semua kedapetan sahur...
lanjut dan acara berakhir solat subuh di sunda kelapa.

aku n IB, my G cousin, mampir dulu ke McD sarinah, ketemu NT, Om AI, dan Big D. NT n Om Ai lanjut makan pagi, secara gak puasa gitu lho... Ke McD minta suntikin jerawat super gede di pipi kiri triamnicolon sama Big D... alhasil sekarang udah lumayan kempes. yippppiiii....

gak sadar matahari udah terbit, n jalan thamrin jadi terang... seneng rasanya bisa ngerasain pagi lagi. i always love morning. it gives you new spirit.
kami harus beranjak dr sono... butuh tidur bo... manusia...
karena aku rencana mo ngambil kaca mata di ambas, jadi numpang tidur di kos NT bareng Om AI kebetulan mereka mo berenang agak siangan.

Nyampe kos, langsung tepar semua... hummph...

Jam 9 kami bangun, NT dan Om AI berangkat duluan berenang, aku belakangan.
Sebelum pulang aku mampir ambas ngambil kacamata, trus jahitan dan obat titipan nyokap.
Sampe2 rumah jam 12an

Langsung sholat zuhur. Rasanya nyaman udah dirumah. Gak sengaja kedengeran suara Mbak Di and Kak Mila nyari kakakku... entah mengapa tiba2 perasaan nyaman di rumah tambah besar. Gak tau kenapa untuk beberapa orang seneng banget lepas dari keluarga di rumah (deattach). Tapi bagi aku, keluarga n rumah selalu ngangenin...

Rabu, 10 September 2008

for my soulmate

Jangan bersedih atas apa yang masih mungkin akan terjadi

Dalam kitab Taurat disebutkan bahwa kebanyakan hal yang ditakuti tidak pernah terjadi. Ini berarti, kebanyakan kekhawatiran manusia itu tidak anak terjadi. Karena, dalam otak manusia itu memang lebih banyak khayalan daripada kabar kebenaran yang pasti terjadi.

Manakala sebuah peritiwa terjadi, kita tidak perlu resah, cemas, atau bersedih. Sebab, kemungkinan-kemungkinan itu belum tentu benar. Jika mampu mengubahtakdir, pastilah akan mencarinya. Namun jika tidak, maka tinggal bagaimana takdir itu harus kita sikapi.

“Dan, aku menyerahkan urusanku kepada Allah. Sesungguhnya, Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya. Maka, Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka”
Q.S Al-Mu’min: 44-45

Jangan bersedih menghadapi kritikan dan hinaan.

Sesungguhnya, kita akan mendapat pahala dikarenakan kesabaran menghadapi kritikan dan cercaan. Dan kritikan orang lain, pada dasarnya pertanada bahwa kita memiliki harga dan derajat. Makin pedas kritikan yang kita terima, makin tinggi pula harga diri kita.

Niscaya terhadap orang-orang mulia itu selalu ada yang mendengki
dan tak kan kau jumpai orang-orang yang hina itu didengki -anonym-

Aku mengeluh karena kezaliman pemfitnah, dan tidaklah engkau dapatkan manusia yang punya kemuliaan melainkan selalu diterpa kedengkian.
Bila engkau manusia yang mulia, maka engkau kan selalu didengki.
Namun kala kau miskin tak berharga, mana mungkin ada yang mendengki -anonym-

Kita tidak akan pernah dapat membungkam mulut orang lain untuk tidak melakukan pelecehan terhadap kehormatan kita. Meski demikian kita dapat melakukan kebaikan dan menghindari perkataan dan kritikan mereka.

Meski demikian, tak ada salahnya bila orang-orang yang mencerca kita sesekali dilawan dan ditentang. Atau katakan saja “Jika kebaikan yang tampak pada perbuatanku adalah dosa-dosa maka katakanlah kepadaku, bagaimana aku harus meminta maaf.

Jangan pernah membalas cercaan atau olok-olok yang melukai hati. Karena kesabaran kita dalam menghadapi semua itulah yang akan dengan sendirinya menguburkan semua kehinaan. Kesabaran adalah sumber kemuliaan, diam adalah sumber kekuatan untuk mengalahkan musuh, dan memaafkan adalah sumber tenaga dan kemuliaan.

Separuh dari orang yang pernah mencerca atau mengkritik kita tidak akan ingat dengan cercaannya, sepertiganya tidak sadar dengan apa yang mereka lontarkan, dan selebihnya tidak mengerti dan mengapa mereka mencerca. Maka dari itu, jangan pernah cercaan mereka dimasukkan dalam hati dan jangan pula membalasnya

Orang-orang akan sibuk menggunjingku bila jatah roti mereka kurang dari jatahku. Dan jika tak ada seorang pun dari mereka yang kelaparan, maka mereka tidak akan pernah mengusik kematianku dan kematianmu -anonym-

Selasa, 09 September 2008

semua bisa lupa, semua bisa jatuh cinta

ditegur deh gw sama Yang Di Atas. Setelah beberapa hari marah2 sama pegawai yankes karena telatnya dan ngilangin (keselip katanya) berkas2 STR, rekomendasi IDI dll gw... yang membuat gw gak bisa buka SIP baru untuk sementara.
eh sekarang gw kehilangan dvd-rw gw untuk ngopi2 kerjaan... untung gak terlalu penting... masih banyak back up-nya... tapi cukup membuat ubun2 gw seperti diketok dari atas...

keselip di mana ya?


anyway... today sempet kepikiran someone... yang gw tunggu2 kabarnya, tunggu2 online di YM, tunggu2 kalo ketemu seminggu sekali... this feeling was like feeling of falling in love

hahahha... tapi sepertinya tidak. mungkin perasaan karena punya temen baru aja. gw kan kayak gitu kalo ketemu orang baru. rasanya pengen kontak terus, tau kegiatan2nya, tau kesukaannya, tau temen2nya, tau sekarang lagi ngapain, trus nanti mo ngapain... dst

hehehehe... well, apapun perasaan itu, yang pasti lumayan membuat ke-frigid-an gw beberapa bulan terakhir agak meleleh, dan berarti masih ada harapan. hihihihi

Minggu, 07 September 2008


baru aja kemarin I turned 26. kalo dari bentuk angka gw gak terlalu suka... but well, harus lewatin 26 untuk mencapai 27... 28... 29... 30...
trus kenapa? gak kenapa2... hehehe cuma pengan ngungkapin aja kalo gw gak suka angka 26... don't know why.



My birthday bash... buka puasa di rumah, siangnya gw kelagapan, kirain gw temen2 bisa mpe di atas 30 orang. Alhamdulillah makanannya cukup... berlebih malah. Setelah itung2 ternyata the guest is 26...
Agak capek juga... dan my friends gak terlalu blend. Cuma NT aja... seperti biasa... bisa aja blend ke mana aja. Emang dasarnya dia kenal anak2 dari 7, kuliah, paduan suara dan [W]. Well jadi cukup terbantulah dengan dia...

Well, things to highlight are:
1. Need to have a hair cut and change my penampilan (thanks NT, Big D!!)
2. When I'm turning 27, I don't wanna make another bash... Just me, mom, and my creator, hope so (Thanks Om AI for the inspiration)
3. Bo... ternyata tampang gw n temen2 keliatan tua ya? n membosankan kah?
pertama, terungkap dari obrolan me, P, Arch, n Fit tentang Karin... hahah yup, kadang we need sesuatu yg menyegarkan.
kedua, waktu makan bubur di fatmawati, pengamen yang menghampiri meja kami menyanyikan lagu2 80an... padahal di meja yang lainnya they sang the recent top 40s.... maaaaaaaaaaaan!!!



I hate 26 (just the number)