Tadi siang janjian makan siang ama Puspa, temen perempuan gw yang juga pacar sahabat gw, yang juga sahabat gw, and they respect me as a gay. Janjian karena dia bilang mau curhat. Dengan senang hati gw mendengarkan.Mulailah curhat dia tentang adik-nya yang paling kecil mendapat gelar "MBA". It was for the second time her family dapet "anugerah" ini. Sekitar 5 tahun yang lalu, adiknya yang pertama dapet gelar yang sama. Well, dari sudut orang tua-nya, si Puspa ini tinggal satu-satunya yang "bisa diharapkan" akan menikah dengan "normal". Nyokapnya berusaha menenangkan dengan berucap "sabar ya, harus adik kamu duluan lagi yang menikah duluan".... dalam pikiran dia "well mom, I'm okay with that, it's not that I'm concern about now. As long the baby is safe"
Well, sahabat-sahabat gw ini, mereka udah pacaran selama 13 tahun. Sejak kami SMP. Yah sekitar umur kami 14 tahun lah. Dan yup, no "accident" so far. But not about that yang paling ngebuat dia concern. Ada hal lain yang menjadi pikirannya belakangan ini. Yaitu hubungan 13 tahun-nya ini mungkin akan berujung pada perpisahan. Paling enggak kata-kata seperation sempat terlintas dari pacarnya, yang juga sahabatku. Puspa sendiri gak pengen perpisahan terjadi. Tapi pacarnya mempermasalahkan sesuatu yang terjadi 13 tahun yang lalu. Apa masalahnya rada susah menjelaskannya.
Di sisi lain, karena pas kebetulan di pagi harinya I did something stupid, gw curhat juga sama dia. Tadi pagi baru aja gw berusaha membuat suatu ikatan lagi dengan seseorang. Kali ini gw berharap a good adult relationship. No drama queen or what ever. Dan dia meresponnya dengan baik. Dia mengatakan need time to think. I said okay. Gw mengertilah, it's not an easy to answer.
Gak lama selang kita berpisah, dia sms sesuatu yang bikin gw agak cemburu. Tentang seseorang yang lagi deket juga ama dia. Respon gw awalnya cool. Gak termakan api cemburu. Tapi entah mengapa next sms gw malah mengatakan "cannot get you out of my mind" dalam sms gw.
Kata-kata itulah yang membuat keadaan menjadi berubah. Sepertinya sms2 berikutnya mengesankan diriku posesif dan dirinya menganggap gw posesif. Sehingga merubah hariku menjadi sangat suram.
Damn! Dalam 2 hari gw mau liburan ke Bali. Dan baru ketemu dia lagi hari Minggu.
Kembali ke lunch table. Me and Puspa, both of us "laughing" about our late 20s love and still like teenager falling in love....



