Minggu, 18 November 2007

Titiek Puspa – The Legend

Barusan nonton konser 70 th Titiek Puspa di Indosiar
Pada saat lagu “Terimakasih Tuhan” teringat cerita tante Titiek waktu ikutan opretnya dulu. Dia cerita pengalaman saat kecilnya yang sakit2an sampai suatu hari dia berusaha mengakhiri hidupnya dengan memakan cabe sebanyak2nya (hahahah dasar anak kecil). Namun bagi anak kecil tersebut kejadian tersebut sangat membekas di benaknya. Tentunya dia tidak meninggal, dan dia sangat bersyukur akan pertolongan Tuhan tersebut. Sejak itu dia selalu bersyukur akan pemberian Tuhan kepadanya. Sejak saat itu dia sering memanjat pohon dan menyanyi sebagai persembahan untuk Tuhan di atas pohon tersebut.

Tak disangka sekarang sudah 70 tahun usia anak kecil tersebut. Walau gw bukan orang yang dekat dengan beliau, bahkan diapun tidak mengenal gw, tapi cerita tersebut, tingkah laku, karya2nya menginspirasi gw. Dari cerita tersebut gw yakin beliau adalah orang yang ikhlas dalam menjalani hidup sehingga dengan keikhlasan tersebut beliau bisa sampai seperti ini. Menjadi a living legend

Another story...

Tadi gw pertama kalinya manicure n pedicure... lucu juga, inspired by my friend RG.
Tapi enggak lagi deh... buang2 duit. Yah tadi cuma coba2 aja. Pengen tau kayak gimana rasanya.
Tadi juga jalan sama pacarnya GW, NT, dan GW. Kata NT, dia kehilangan respect ke pacarnya GW. NT melihat dia sepertinya terpana dengan gemerlapnya Jakarta sehingga lupa kalau dia seharusnya fokus terhadap dirinya mencari pekerjaan. Mencari pekerjaan itu tidak gampang bung. Janganlah sombong, tunjukkan kalau you are willing to do anything for your job. Show that you are willing to work hard.

Another thing that I learn is jangan sok kaya ya…. Gaji scuma seberapa, pengeluaran banyak banget…. Hayo mulai belajar mengatur pengeluaran.

Tidak ada komentar: